Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Putih Sebagai Olahan Makanan Keripik Dengan Ibu-Ibu Sekitar Masjid Al-Fatah
Cilacap, 4 Agustus 2024 — Sebagian ibu-ibu dusun Karang Wuluh antusias untuk menghadiri pelatihan pemubatan keripik dari kulit bawang putih di halaman masjid Al-Fatah di desa Tritih Lor, kecamatan Jeruklegi, Cilacap – Jawa Tengah

Bawang putih telah lama digunakan sebagai pemberi aroma dan berpotensi untuk mencegah serta menyembuhkan berbagai penyakit. Namun pada kenyataannya kebanyakan orang hanya mengkonsumsi bawangnya saja tanpa memperhatikan kulit bawangnya, bahkan langsung membuangnya. Padahal kulit bawang memiliki berbagai manfaat bagi Kesehatan, salah satunya dapat meningkatkan Kesehatan jantung dan otak.
Pelatihan pembuatan keripik kulit bawang ini guna memanfaatkan limbah kulit bawang yang dibuang begitu saja oleh ibu-ibu rumah tangga di RT 01 RW 06. Hal ini karena tidak adanya pengetahuan masyarakat tentang kandungan gizi dan manfaat kulit bawang putih bagi kesehatan. Tujuan kegiatan KKN kepada masyarakat ini sebagai upaya mengurangi limbah kulit bawang putih dengan memberikan pengetahuan mengenai manfaat kulit bawang putih serta memanfaatkan kulit bawang tersebut menjadi makanan olahan keripik. Selain itu pemanfaatan kulit bawang putih menjadi makanan olahan keripik sebagai upaya meningkatkan nilai tambah bagi rumah tangga. Hasil kegiatan KKN kepada masyarakat ini adalah adanya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat kulit bawang putih bagi kesehatan serta pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit bawang putih menjadi makanan olahan keripik yang berpeluang menjadi nilai tambah.
Sebelum memulai pelatihan pembuatan keripik kulit bawang, mahasiswa KKN DR 5 dari Universitas Nahdlatul Ulama menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan.
Pelatihan dilakukan pada minggu 4 Agustus 2024 di pelataran masjid Al-Fatah. Ibu-ibu antusias mendengarkan apa yang dipaparkan oleh mahasiswa KKN mengenai pembuatan keripik kulit bawang. Setelah pemaparan selesai, ibu-ibu dibimbing untuk praktek melalukan proses demi proses pembuatan keripik. Mulai dari perendaman kulit bawang putih menggunakan air yang dicampuri garam dan soda kue. Perendaman dilakukan selama 30 menit, disamping itu warga menyiapkan tepung yang dibumbui dengan lada, garam dan penyedap rasa untuk melumuri kulit bawang. Setelah kulit bawang selesai di rendam, ibu-ibu diminta untuk memilah kulit bawang yang keras dan memisahkan helai demi helai kulit bawang. Setelah proses ini selesai, kulit bawang dilumuri dengan tepung kering yang sudah dibuat tadi. Proses yang terakhir yakni kulit bawang digoreng dengan api sedang. Setelah kegiatan ini selesai, ibu-ibu mengucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswa yang telah memberikan pelatihan yang sangat bermanfaat bagi mereka.
