• Selamat datang di Masjid Assegaf UNUGHA Cilacap MAMUSDA tautan
Rabu, 14 Oktober 2026

Pemanfaatan Bunga Telang Sebagai Oalahan Minuman Yang Menyegarkan Dengan Ibu-Ibu Sekitar Masjid Al-Fatah

Bagikan

Cilacap, 5 Agustus 2024 — Sebagian Ibu-Ibu dusun Karang Wuluh bersemangat untuk menghadiri pelatihan pemanfaatan bunga Telang sebagai olahan minuman yang menyegarkan, di halaman masjid Al-Fatah di desa Tritih Lor, kecamatan Jeruklegi, Cilacap – Jawa Tengah

Belakangan ini Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) semakin populer di Indonesia sebagai bunga yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Sajian minuman Bunga Telang atau dalam bentuk panganan lain semakin mudah dijumpai di restoran. Bunga Telang, segar ataupun kering, kini relatif semakin ramai diperjualbelikan.

Bunga Telang (Clitoria ternatea L.), merupakan bagian dari tanaman, merupakan tanaman merambat menahun yang tergolong dalam keluarga Fabaceae atau polong-polongan. Tanaman ini tumbuh menyebar di berbagai belahan dunia beriklim tropis dan subtropis di benua Asia dan Pasifik, Amerika dan Karibia, Afrika, dan Australia. Dari mana tanaman ini berasal masih belum dapat dipastikan. Telang tidak berasal dari Pulau Ternate, Maluku Utara meski memiliki nama ilmiah yang berkaitan. Satu versi menyebutkan bahwa Bunga Telang berasal dari wilayah Asia yang beriklim tropis. Satu versi secara spesifik menyebutkan Asia Tenggara sebagai asal tanaman ini (Manjula et al., 2013).

Sementara itu, menurut versi lain telang disebutkan berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Meksiko (Mukherjee et al., 2008) atau Afrika (Poth et al., 2011). Bunga Telang merupakan herbal yang boleh dikata istimewa di dalam pengobatan tradisional. Seluruh bagiannya – mulai dari akar hingga bunga – dipercaya memiliki efek mengobati dan memperkuat kinerja organ (Mukherjee et al., 2008). Khasiat tanaman ini diakui di dalam pengobatan tradisional berbagai peradaban, terutama Asia dan Amerika. Fantz (1991) dan Mukherjee et al. (2008) merangkum khasiat seluruh bagian telang untuk mengobati berbagai penyakit dalam pengobatan tradisional Asia (Asia tenggara, Asia selatan, India, Pakistan, Sudan, Filipina, Jawa), Amerika (El Salvador, Kuba, Karibia) dan Afrika (Ghana). Manjula et al. (2013) secara khusus mengulas khasiat telang menurut tradisi pengobatan India.

Di antaranya disebutkan manfaat Bunga Telang yaitu :

  1. Untuk mengobati insomnia, epilepsi, disentri, keputihan, gonorrhea, rematik, bronkhitis, asma, maag, tuberkulosis paru, demam, sakit telinga, penyakit kulit seperti eksim, impetigo, dan prurigo, sendi bengkak, kolik, sembelit, infeksi kandung kemih, asites (akumulasi kelebihan cairan pada rongga perut).
  2. Untuk memperlancar menstruasi, melawan bisa ular dan sengatan kalajengking.
  3. Sebagai antiperiodik (obat untuk mencegah terulangnya penyakit kambuhan seperti malaria), obat cacing, pencahar, diuretan, pendingin, pemicu mual dan muntah sehingga membantu mengeluarkan dahak bronkitis kronis, dan stimulan seksual.
  4. Sebagai tambahan, oleh masyarakat Arab Saudi daun, biji dan bunga telang dimanfaatkan untuk mengobati penyakit liver atau hati (Al-Asmari et al., 2014).

Di Madagaskar daun telang digunakan untuk meredakan nyeri sendi (Jain et al., 2003). Di Myanmar campuran jus bunga telang dan susu digunakan untuk menyembuhkan sakit mata (DeFilipps & Krupnick, 2018). Sementara itu di Indonesia, khususnya masyarakat Betawi, Bunga Telang digunakan untuk membuat jernih mata bayi.

Begitu banyak manfaat bunga telang yang dapat kita ketahui melalui situs-situs terpecaya. Namun, kebanyakan Masyrakat kita khususnya Ibu-Ibu rumah tangga di RT 01 RW 06 belum mengetahui manfaat Bunga Telang. Sehingga mereka hanya menanam Bunga Telang sebagai hiasan halaman rumah saja, bahkan ada yang belum mengetahui seperti apa Bunga Telang. Dikarenakan hal tersebut, KKN DR 5 berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan Bunga Telang supaya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Ibu-Ibu dusun Karang Wuluh.

Sebelum memulai pelatihan pemanfaatan Bunga Telang, mahasiswa KKN DR 5 dari Universitas Nahdlatul Ulama menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan.

Pelatihan dilakukan pada Senin 5 Agustus 2024 di pelataran masjid Al-Fatah. Ibu-Ibu antusias mendengarkan apa yang dipaparkan oleh mahasiswa KKN mengenai manfaat Bunga Telang dan cara pengolahan bunga telang supaya menjadi minuman yang menyegarkan. Setelah pemaparan selesai, ibu-ibu dibimbing untuk praktek melalukan proses demi proses cara mengolah Bunga Telang. Mulai dari perebusan gula pasir secukupnya, perebusan Bunga Telang dan memeras buah jeruk sebagai campuran minuman Bunga Telang guna menghilangkan bau khas dari Bunga Telang itu sendiri. Setelah bahan-bahan siap, semua bahan dicampur jadi satu dan ditambahkan es sebagai pelengkap.

Sebagai tambahan ilmu, sedikit kami sampaikan perihal optimlasisai pemanfaat Bunga Telang sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Dimana Bunga Telang ini aka Optimal apabila di kombinasikan dengan :

  1. Perebusan menggunakan air yang jernih dan sehat, pastikan air matang sempurna
  2. Menggunakan Gula / pemanis alami yang mempunyai kadar kalori rendah, sehingga sehat dan menyehatkan. Karena umunya masyarakat masih menggunakan Gula Pasir sebagai bahan pemanis minuman dan makanan, yang memikliki dampak buruk bagi kesehatan dan dapat menyebabkan penyakit DIABETES.
  3. Menggunakan ES BATU yang di buat dari air matang dan sehat
  4. Menggunakan tempat dan peralatan memasak yang bersih
  5. Dikonsumsi secukupnya / tidak berlebihan

Setelah segala rangkaian acara tersebut selesai tentunya Kami megucapkan banyak terimakasih kepada Ibu-Ibu yang sudah berkenan menyempatkan waktunya, begitu juga Ibu-ibu sangat berterimakasih atas sharing ilmu yang Kami berikan. Tak lupa Kami semua menyempatkan foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan tersebut dan seidkit kenang enangan berupa Jajanan Keripik Kulit bawang yang enak sebagai camilan. Besar harapan Kami semua ini bisa memberi manfaat buat Kami khusunya dan Ibu-Ibu di Lingkungan RT 01 RW 06 dusun Karang Wuluh, dan masyarakat luas pada umumnya.

SebelumnyaPemanfaatan Limbah Kulit Bawang Putih Sebagai Olahan Makanan Keripik Dengan Ibu-Ibu Sekitar Masjid Al-FatahSelanjutnyaKENCLENG SUBUH (Sedekah Subuh)
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Al Fatah
JL. Nusa Indah RT 01 RW 06 Tritih Lor Cilacap Jawa Tengah
Luas Area100 m2
Luas Bangunan90 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri2015